Postingan

Setup Perusahaan pada Cloud Accounting

Gambar
Cloud Accounting and Fintech  ·  D3 Komputerisasi Akuntansi Pertemuan 5 — Setup Perusahaan pada Cloud Accounting Tingkat: Menengah Bobot: 2 SKS Orientasi: Praktikum inti — awal studi kasus CV Digital Sejahtera Inilah pertemuan pertama di mana mahasiswa benar-benar membangun sebuah perusahaan dari nol pada aplikasi cloud accounting pilihan. Seluruh fondasi yang dipelajari sejak Pertemuan 2–4 — SaaS, karakteristik cloud accounting, CoA, dan master data — sekarang dipraktikkan langsung melalui lima tahapan setup: profil perusahaan, CoA, saldo awal, pajak dasar, dan hak akses pengguna. Studi kasus yang digunakan sepanjang praktikum ini adalah CV Digital Sejahtera . Daftar isi pertemuan ini Tujuan Pembelajaran 1. Pembuatan Profil Perusahaan Baru 2. Pengaturan CoA Sesuai Jenis Usaha 3. Input Saldo Awal (Neraca Awal) 4. Pengaturan Pajak Dasar (PPN/PPh Sed...

G20/OECD Principles dan Arsitektur Tata Kelola Korporasi Indonesia

Gambar
Materi Pembelajaran · Pertemuan 2 G20/OECD Principles dan Arsitektur Tata Kelola Korporasi Indonesia Mata Kuliah Akuntansi dan Tata Kelola Korporasi  Pertemuan 2 dari 16 Tingkat Dasar Metode Flipped Learning & Case-Based Discussion Estimasi Waktu TM 150 / PT 180 / BM 180 menit Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu: Menjelaskan kedudukan dan struktur G20/OECD Principles of Corporate Governance sebagai standar internasional tata kelola korporasi. Memetakan arsitektur regulasi tata kelola korporasi di Indonesia, dari undang-undang, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pedoman bursa, hingga pedoman sukarela KNKG. Mengevaluasi kesesuaian prinsip tata kelola global dengan konteks perusahaan tertentu, termasuk menilai bagian mana yang bersifat wajib (comply) dan bagian mana yang bersifat sukarela dengan penjelasan (explain). Daftar Isi 1. Pendahuluan: Dari Prinsip Global ke Konteks Lokal 2. G20/OECD Principles: Se...

Bauran Pemasaran Digital (Digital Marketing Mix) dan Customer Journey

Gambar
Materi Pembelajaran — Pertemuan 4 Bauran Pemasaran Digital (Digital Marketing Mix) dan Customer Journey Menengah Mata Kuliah: Pengantar Pemasaran Digital Pertemuan: 4 dari 16 Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menjelaskan elemen bauran pemasaran digital (produk, harga, kanal, promosi digital). Mahasiswa mampu menjelaskan model customer journey AIDA dan See-Think-Do-Care. Mahasiswa mampu mengintegrasikan bauran pemasaran digital dengan tahapan customer journey. 1. Bauran Pemasaran Digital 2. Model Customer Journey 3. Integrasi Bauran & Journey Rangkuman Diskusi & Tugas Referensi Setelah mahasiswa memahami cara menentukan segmen, target, dan positioning pada pertemuan sebelumnya, pertemuan keempat ini membahas bagaimana keputusan tersebut diterjemahkan menjadi elemen-elemen pemasaran yang konkret, yaitu bauran pemasaran digital. Materi ini juga memperkenalkan ...

Intuitive, Individual, dan Group Decision Making

Gambar
Materi Pembelajaran · Pertemuan 4 Intuitive, Individual, dan Group Decision Making Mata Kuliah Teori Pengambilan Keputusan — Program Studi S1 Manajemen Pertemuan 4 dari 16 Tingkat Menengah Estimasi Waktu Baca ±30 menit Metode Simulation & Collaborative Learning Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu: Menjelaskan konsep pengambilan keputusan intuitif dan kapan pendekatan ini tepat digunakan. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan pengambilan keputusan secara individual dibandingkan secara kelompok. Menjelaskan mekanisme kerja tiga teknik keputusan kelompok: brainstorming, nominal group technique, dan Delphi. 1. Keputusan Intuitif 2. Individual vs Kelompok 3. Teknik Keputusan Kelompok Rangkuman Referensi 1. Konsep Pengambilan Keputusan Intuitif Pada dua pertemuan sebelumnya kita membahas pengambilan keputusan yang b...

Anggaran Produksi

Gambar
Materi Pembelajaran — Pertemuan 4 Anggaran Produksi Mata Kuliah Penganggaran Perusahaan — Program Studi S1 Manajemen Pertemuan 4 dari 16 Tingkat Menengah Sub-CPMK 2.2 Metode Penjelasan + Tugas Spreadsheet Tujuan Pembelajaran Mahasiswa mampu menyusun anggaran produksi berdasarkan anggaran penjualan dan kebijakan persediaan. 1. Kebijakan Persediaan Barang Jadi 2. Hubungan dengan Anggaran Penjualan 3. Perhitungan Unit yang Diproduksi Rangkuman Referensi 1. Kebijakan Persediaan Barang Jadi (Awal/Akhir) Setelah anggaran penjualan disusun pada pertemuan sebelumnya, langkah berikutnya dalam siklus penganggaran operasional adalah menyusun anggaran produksi, yaitu rencana jumlah unit yang harus diproduksi perusahaan pada setiap periode agar target penjualan dapat terpenuhi. Salah satu unsur penting dalam penyusunan anggaran produksi adalah kebijakan persediaan barang jadi. Pada perusahaan m...